Fenomena Wisata & Pergaulan Bebas Di Denpasar Kuta Bali

Posted on

wahok-koleksi foto gambar wallpaper panorama indah pulau dewa bali indonesia

Saat matahari beranjak ke peraduan, Bali menjadi sangat indah bagi orang yang berpacaran atau berbulan madu. Wanita bertlanjang dada, skes bebas, kawin kontrak, minuman keras, narkotika serta pedofil, jadi pemandangan biasa. Artis dan pengusaha menyukai Bali sebagai tempat persembunyian.

Siapapun pasti mengakui kalau Pulau Dewata sangat mempesona. Kabarnya, lebih dari Rp20 trilyun per tahun devisa negara berasal dari pulau pelesir ini. Selain melepas stres, Bali juga memanjakan wisatawan dengan hiburannya yang hot.

Ketika malam tiba, cuaca yang mulai dingin berubah jadi gelegak kesenangan. Ratusan manusia dengan pelbagai polah membanjiri tempat-tempat hiburan yang bertaburan di pantai-pantainya seperti Sanur, Kuta dan Jimbaran. Ada yang datang sendiri, rombongan ataupun bersama pasangan.

Sambil menikmati sajian musik dan makanan, pasangan yang berpacaran asyik bermesraan tanpa peduli pada sekelilingnya. “Paling asyik kalau kita berciuman atau dansa di bawah sinar bulan dan kerlap-kerlip bintang. Yakin deh, tak akan ada yang mengganggu,” kata Siska, manajer perusahaan ekspor impor yang dua kali setahun berlibur ke Bali.

Banyak cerita seru tentang Bali. Misalnya kisah para turis baik domestik ataupun mancanegara yang ternyata tidak hanya asyik berselancar, berjemur dengan pakaian minim, berdisko dan mabuk-mabukan. Mereka juga terjebak dalam kumpul kebo.

Ada yang menjalin cinta dengan sesama wisatawan atau bermesraan dengan penduduk setempat. Lainnya, ada turis yang ‘menjebakkan’ diri dalam kawin kontrak dengan penduduk asli hanya untuk mendapatkan ijin tinggal lebih lama.

Seiring dengannya, bisnis pekerjaseks baik lelaki maupun perempuan makin maju. Konon akibat banyaknya pengangguran menyusul krisis ekonomi yang belum juga berakhir hingga sekarang ini, banyak anak lelaki Jakarta yang menjajakan tubuhnya ke wisatawan. Bisa diduga, persaingan di bisnis gigo1o pun makin sengit. Sementara itu untuk pekerja sks perempuan, tak banyak mengalami perubahan.

Fenomena lain yang berkembang di Bali adalah makin banyaknya lelaki yang memiliki kelainan seperti kaum pedfil. Beberapa kali petugas kepolisian menangkap turis yang ketahuan mencabuli anak-anak di bawah umur. Dengan diiming-imingi uang beberapa ribu rupiah atau ditraktir makan, mereka dengan mudah menggaet anak-anak jalanan yang mayoritas bekerja sebagai penjual suvenir.

Bisnis narkotika tak mau ketinggalan. Mantan artis cilik Faradilla Sandy pernah merasakan dinginnya lantai sel tahanan. Namun hakim kemudian membebaskannya dengan alasan tak cukup bukti. Padahal, sejumlah barang narkotika ditemukan di kediamannya.

Sebagai daerah kunjungan wisata, Bali juga disukai para artis dan pengusaha sebagai tempat persembunyian. Jangan heran kalau sampai berminggu-minggu mereka berdiam di Bali. Tujuannya macam-macam, ada yang melepas stres, menjajaki usaha baru ataupun dalam rangka merekatkan hubungan seperti yang dilakukan artis Ria Irawan dan mantan suaminya sebelum akhirnya mereka memutuskan bercerai.

Daerah ini jadi tempat pilihan favorit para selebritis dan pengusaha sukses lantaran ketidakpedulian masyarakat sekitar terhadap hal yang tak perlu dipermasalahkan. Mau teler, mabuk-mabukan pun tak akan ada yang usil. Pokoknya bebas dari gosip dan tak akan muncul di halaman suratkabar, tabloid atau majalah.

Semakin malam, pengunjung makin deras mengalir memenuhi tempat-tempat hiburan. Dentuman musik keras terdengar sampai ke luar gedung dan berlangsung hingga pagi hari.

Di dalamnya, para pengunjung tampak tersihir untuk menggoyangkan tubuh mengikuti irama lagu. Kalau suka menyanyi, bisa berkaraoke hingga matahari terjaga dari tidurnya

Terimakasih Telah Baca Postingan Fenomena Pergaulan Bebas Malam Hari Di Denpasar Kuta Bali, Sama halnya juga dengan tempat lain seperti jakarta, jogja, medan, bandung Semoga Bisa Berguna Dan ber-manfaat, Baca Juga Postingan Terbaru Admin Yaitu 6 Tips Bagaimana Cara Menawarkan Transaksi Yang Lebih Baik Untuk karir

Advertisements