9 Mitos Kuno Tentang Bayi, Sering Dilakukan Padahal Salah

Posted on

wahok-gambar wallpaper anak balita perempuan yang lucu, Merawat buah hati memang pekerjaan yang sungguh tidaklah mudah. Apalagi bila masih dalam usia bayi. Disamping itu semua orang tua juga pasti ingin buah hatinya bisa tumbuh menjadi sempurna secara fisik maupun mental.

Terkadang untuk mencapai semua itu Anda juga melakukan hal-hal yang bahkan belum diyakini apakah benar atau hanya mitos belaka. Beberapa hal itu seringkali sudah merupakan ‘resep’ turun temurun dari orang tua dan nenek Anda, tapi sampai kini Anda sendiri belum yakin kebenarannya.

Untuk itu, kami memberi bocoran beberapa hal yang mungkin sudah merupakan hal klise bagi Anda, dan tentunya belum yakin benar atau tidaknya. Semuanya berhubungan dengan keinginan setiap orang tua membuat buah hatinya tumbuh secara maksimal. Mau tahu apa-apa saja? Silahkan..

Mitos yang sering didengar memang belum tentu benar. Apalagi mitos yang ada di seputar perkembangan fisik seorang bayi.

Apa yang Anda selama ini dengar atau malah sudah lakukan demi menyempurnakan fisik buah hati seperti yang Anda inginkan, mungkin bisa ditemukan di bawah. Sekaligus juga menjawab rasa penasaran Anda..

1.Uang Logam Untuk Memperbaiki Pusar Bodong
Ada usaha untuk mengubah bentuk pusar bayi yang menonjol ke luar alias bodong, menjadi bulat yang menempel ke perut. Caranya dengan menekan pusar menggunakan uang logam. Hal ini sebenarnya juga tidak perlu dijadikan masalah besar, karena pada waktu lahir, pusar bayi memang tampak lebih menonjol.

Hal ini dipengaruhi faktor otot dinding perut anak kecil yang memang masih lemah. Normalnya, seiring bertambahnya usia dan makin kuatnya dinding perut, maka pusar makin tidak menonjol. Meski demikian, memang ada kelainan pada lapisan otot perut yang disebut hernia umbilicalis. Pusar dengan kelainan itu tampak bodong dan hanya dapat ditangani dengan cara operasi.

2.Cabe Rawit Ciptakan Lesung Pipit
Lesung pipit memang seringkali membuat penampilan semakin manis saat tersenyum. Hal ini juga sering diharapkan ibu-ibu yang memiliki bayi. Biasanya mereka ‘menciptakan’ lesung pipit dengan cara menekan bagian tengah pipi si kecil dengan ujung cabe rawit yang masih utuh. Padahal sudah jelas, terjadinya lesung pipit bukan karena ujung cabe, tapi ditentukan oleh struktur otot dan rahang di daerah pipi.

Lagipula, lesung pipit tidak tergantung pada gemuk/kurusnya pipi. Bisa saja pipinya gemuk tapi tetap memunculkan lesung pipit kala tertawa, sementara yang bentuknya tirus dan kurus malah tak punya lesung pipit.

3.Lentikkan Bulu Mata dengan Memotongnya
Sebagai seorang ibu, mungkin Anda pernah mendengar atau malah melakukan pangkasan sedikit-sedikit pada bulu mata si Upik. Harapannya agar kelak menjadi wanita berbulu mata lentik. Padahal memotong bulu mata justru malah mengurangi fungsi protektifnya untuk melindungi mata terhadap benda asing yang mengarah ke matanya. Mengenai bulu mata yang bisa jadi panjang dan lentik sebenarnya lebih ditentukan oleh unsur bawaan.

Apalagi untuk mitos yang masih sering dilakukan di desa-desa, bahwa dengan mengolesi alis bayi dengan ludah ibu, maka nantinya jadi lebih tebal dan lebat. Ini benar-benar mitos. Seperti halnya rambut, alis yang tebal ditentukan oleh faktor bawaan dan nutrisi yang baik. Mengolesi dengan ludah malah membuat alis jadi tak bersih karena kuman dari ludah yang menempel membuat alis jadi tak sehat dan mudah rontok.

4.Sering Menarik Daun Telinga Agar Tegak
Pada waktu lahir, ada bayi-bayi yang telinganya tampak pipih. Muncul mitos bahwa dengan mengurut-urut sambil menarik-narik daun telinga, maka telinga bisa tegak. Padahal daun telinga strukturnya disokong oleh tulang rawan, dan kalau bentuknya memang demikian, tak mungkin dapat diubah. Lain halnya untuk bentuk yang terlipat sedikit di ujung atas, yang bukan merupakan kecacatan.

Jika rajin ditarik ke arah luar selama beberapa hari setelah bayi lahir, bisa saja bagian yang terlipat itu membuka sedikit. Walaupun begitu hal ini tak akan mengubah struktur telinga dan bentuk asal secara keseluruhan.

Untuk bentuk daun telinga yang cacat atau kelainan bawaan, seperti tak berlubang, tak berkembang atau hanya kecil menempel di kepala, bisa dilakukan bedak plastik rekonstruksi untuk dibuatkan bentuk sesuai telinga normal. Bentuk telinga orang memang berbeda-beda, bahkan terkadang telinga kanan dan kiri bisa juga tidak simetris meski sama besarnya. Yang penting, fungsi pendengaran bayi tidak terganggu.

6.Lebih Mancung dengan Menarik-narik Pangkal Hidung
Si kecil berhidung pesek? Mungkin Anda akan kebanjiran nasehat untuk sering memijat-mijat hidungnya agar mancung. Sebenarnya, mancung tidaknya hidung seseorang ditentukan oleh bagaimana bentuk tulang hidungnya, dan juga rasnya. Hidung rata-rata orang Asia Mongoloid memang cenderung pendek dan bulat. Sedangkan orang Eropa (Kaukasus) berhidung mancung sebab struktur tulang hidungnya tinggi.

7.Melentikkan Jemari dengan Mengurutnya
Nasehat satu ini juga seringkali diterima oleh ibu-ibu yang memiliki anak perempuan. Tangan bayi yang bulat-bulat seringkali diurut-urut agar nanti ketika besar jemarinya akan jadi lentik. Padahal mengurut jari sebenarnya tidak memberikan dampak apa pun pada si kecil, karena struktur jari sudah terbentuk sejak janin dan tak berkaitan dengan bentuk tubuh. Bukan hal yang mustahil nantinya ia akan tumbuh dengan badan berisi tapi jarinya lentik, dan bukan hal yang tidak mungkin juga bila ia nantinya menjadi gadis yang langsing tapi ujung jemarinya kotak atau bulat.

8.Memperbesar Kejantanan dengan Membuka-buka Kulup
Bila sudah bicara Kejantanan, tidak anak kecil, tidak orang dewasa, sering kali juga otomatis bicara ukuran. Bila ANda termasuk yang tidak sreg dengan ukuran Kejantanan buah hati yang tergolong kecil, jangan lagi panik dulu. Besar kecilnya sering bergantung pada penampilan bayi. Misalnya pada bayi yang gemuk, sering kali  kecil.

Namun kalau diukur secara cermat oleh dokter, ternyata masih dalam batas normal. Koreksi untuk membuatnya menjadi besar hanya dapat dilakukan oleh dokter, misalnya dengan penambahan hormon atau bedah rekonstruksi. Itu pun dinyatakan setelah beberapa bulan kemudian sejak bayi lahir karena besar kecilnya  tak dapat dipastikan secara sepintas begitu saja ketika bayi lahir.

Rajin membuka-buka kulup bayi agar Kejantanannya menjadi besar juga merupakan mitos. Walaupun kebiasaan ini bagus dilakukan karena bisa membersihkan, tapi yang jelas tak akan memberi dampak pada membesarnya Kejantanan secara cepat. Begitu pula halnya dengan sunat. Sunat tak akan membuat  menjadi besar, hal ini lebih kepada hal jika tubuh bayi membesar, tentu Kejantanannya akan ikut membesar.

9.Mengurut Kaki Bayi Supaya Jadi Panjang
Ibu mana sih yang tidak berharap anaknya kelak menjadi anak yang jangkung atau tinggi dengan badan proporsional? Untuk mewujudkan harapan, mitos yang beredar adalah mengurut dan menarik-narik kaki bayi. Lalu dilanjutkan dengan menginjak rumput saat sudah bisa berjalan. Konon, makin sering menginjak embun pagi, makin besar kemungkinannya untuk jadi tinggi.

Padahal sudah jelas, tinggi badan seseorang ditentukan oleh faktor genetik, hormonal, dan nutrisi, selain juga faktor hormon pertumbuhan dan kecukupan gizi ikut menentukan. Tapi tidak ada salahnya mengajak anak berjalan-jalan di pagi hari. Sinar matahari pagi membantu metabolisme vitamin D guna mendukung pertumbuhan tulangnya secara maksimal.

Terimakasih Telah Baca Postingan 9 Mitos Kuno Tentang Bayi, Sering Dilakukan Padahal Salah, Semoga Bisa Berguna Dan ber-manfaat, Baca Juga Postingan Terbaru Admin Yaitu 6 Tips Bagaimana Cara Menawarkan Transaksi Yang Lebih Baik Untuk karir

 

Advertisements