7 Tips Bagaimana Cara Bahagia Melatih Dan Mendidik Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Serta Berani

Posting Oleh , Pada
Tips Bagaimana Cara Melatih Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Dan Berani Serta Bahagia
wahok-foto gambar ilustrasi orang tua jalan-jalan bersama keluarga

Bagaimana dampaknya pada kemandirian anak Anda? Masih belum juga mandiri dan merepotkan Anda bahkan untuk hal-hal yang kecil? Jangan marah dan khawatir, Kendati masih balita, anak-anak selayaknya sudah diajari untuk ikut membantu pekerjaan di rumah. Hal itu penting karena akan menumbuhkan rasa tanggungjawab dan baik untuk kepribadiannya kelak. Tapi, pekerjaan apa yang pantas dilakukan si kecil? Bagaimana cara melatihnya? Simak saja tips berikut ini.

Perhatikan usia. Menanamkan kebiasaan bekerja pada anak sejak dini sangat bermanfaat. Tak jadi soal bila hasil kerja si kecil masih belum baik atau rapi. Memang bukan itu yang terpenting, melainkan penanaman pola kebiasaan tertentu pada anak. "Lebih pada membiasakan anak untuk disiplin dan bertanggung jawab terhadap kepentingan dirinya dan apa yang ia lakukan," ujar psikolog Unika Atmajaya Jakarta Zahrasari Lukita Dewi SPsi .

Namun sebelum itu, menurut Zahra, Anda harus memperhatikan dulu usia si kecil. Sebab lewat usia, Anda bisa mengetahui sejauh mana kemampuan anak. Baik secara fisik, emosional, dan sosial. Sejak anak sudah bisa berinteraksi dengan dunia di luar dirinya dan secara fisik sudah kuat, berarti ia sudah bisa dilatih bekerja untuk hal-hal yang sifatnya harus dibentuk. Biasanya di usia prasekolah, yaitu 3 sampai 5 tahun.

Lihat Juga:
Tips Bagaimana Cara Melatih Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Dan Berani Serta Bahagia
Berikut ini Tujuh Cara Mudah Kiat Sukses Dalam Mendidik Anak Gar Buah Hati Kita Menjadi Anak Yang Mendiri Dan Berani

1.Melayani diri sendiri
Lantas pekerjaan apa yang cocok bagi si kecil? Anda tidak dianjurkan membebaninya dengan pekerjaan yang berat-berat. Mulailah dari jenis pekerjaan ringan, terutama yang berkaitan dengan diri si anak. Misalnya menyiapkan segala keperluannya, dari belajar mandi, menyabuni badan, memakai sepatu, dan menyisir rambut. Sampai menyiapkan keperluan sekolahnya. Semua itu, usahakan dilakukan tanpa bantuan orang lain.

Selanjutnya, sesuai pertambahan usia dan kemampuan si anak, jenis pekerjaannya makin diperlebar. Semisal merapikan tempat tidur, membantu di dapur, menyapu, menyiram bunga, membantu mencuci mobil, dan sebagainya.

2.Abaikan jenis kelamin
Yang tak kalah penting, sambung Zahra, usahakan Anda mengabaikan jenis kelamin. Jenis pekerjaan apa pun yang ditugaskan pada anak, jangan dibedakan berdasar jenis kelamin! Bahwa ada yang dinamakan pekerjaan lelaki dan pekerjaan perempuan, itu semata karena faktor budaya.

"Jadi, tak ada salahnya anak lelaki dilatih menyapu dan membantu di dapur atau anak perempuan diajak mencuci mobil. Setiap anak harus tahu, apa yang ia lakukan merupakan bagian dari tanggung jawabnya," tutur dia.

Dengan mendorong anak mempelajari berbagai pekerjaan, membuat dia lebih terbuka, dan mudah menyesuaikan diri. Positifnya, anak akan mampu mengurus diri sendiri bila dewasa. Juga akan lebih menghargai pekerjaan orang lain.

3.Beri contoh
Ingat, Anda jangan hanya jadi mandor, atau sekadar menyuruh! Saat melatih si kecil bekerja, Anda juga wajib memeragakannya. Kalau perlu, ajak dia bersama-sama melakukan pekerjaan itu. Apalagi terhadap anak usia 3 tahun yang masih belum memahami arti perintah. Ia belum sepenuhnya mengerti apa yang harus dilakukan sesuai perintah.

Selain itu, anak usia prasekolah sedang kuat-kuatnya meniru. Mereka tertarik terhadap apa yang dilakukan Anda, dan kemudian meniru. Misalnya saja Anda memintanya untuk menyikat gigi sebelum tidur, sementara si anak tak pernah melihat Anda melakukannya, besar kemungkinan ia akan menolak. Jangan lupa, Anda juga menjelaskan mengapa ia harus melakukan suatu pekerjaan
7 Tips Bagaimana Cara Bahagia Melatih Dan Mendidik Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Serta Berani
Lihat Juga:
4.Jangan bosan
Sering terjadi anak merajuk dan malas atau menolak tugas. Itu wajar saja dalam membentuk pola mengingat anak usia 3-5 tahun belum terbentuk polanya. Anak pun belum tahu persis manfaat langsung bagi dirinya. Anak seusia itu, memang masih suka bersenang-senang dan bermain-main.

Yang penting, jika si anak bandel, Anda jangan bosan memberinya pengertian. Misalnya, kalau dia enggan menyikat gigi, nanti giginya bisa rusak. Jadi, anak harus tahu bahwa sesuatu ada konsekuensinya. Begitu pun kala anak melakukan kesalahan atau gagal dalam pekerjaannya. Anda wajib memberitahu apa yang seharusnya ia lakukan dan bagaimana melakukannya dengan benar.

5.Hindari menghukum
Jangan menghukum anak! Karena hukuman tak memberitahu pada anak mengenai apa yang harus dilakukan sebagai ganti atas apa yang tak boleh dilakukan. Toh, Anda belum bisa menjamin, pola yang Anda bentuk sudah terjadi. Ingat, anak Anda masih dalam taraf belajar atau latihan.

Sebaliknya, Anda harus rajin melakukan koreksi diri. Mungkin saja kegagalan anak melakukan suatu tugas, karena pekerjaan itu melebihi batas kemampuan. Misalnya saja anak usia 3 tahun, disuruh menyapu lantai. Tentu Anda tak bisa berharap ia akan melakukannya dengan baik. Tapi, boleh saja itu Anda lakukan, sepanjang untuk melatih atau mengenalkannya pada jenis pekerjaan itu.

"Menuntut anak melakukan suatu pekerjaan yang belum pernah diajarkan kepadanya maupun yang melebihi batas kemampuannya, hanya akan membuatnya frustrasi,"

Akibatnya, anak akan memaksakan diri. Dia terpaksa melakukan tugas itu agar terhindar dari amarah Anda. Kalau demikian, anak tidak paham manfaat pekerjaan tersebut. Lebih parah lagi, jika anak malah menolak perintah Anda.

Baca Juga:
6.Berikan pujian
Bila anak melakukan pekerjaan dengan baik, tak ada salahnya Anda memujinya secara spontan. Katakan, "Lihat, tempat tidurmu jadi rapi. Kamu berhasil melakukannya." Atau, "Wah, gigimu putih bersih. Itu karena kamu rajin sikat gigi."

Pujian, bukanlah imbalan, melainkan penguat. Anak akan senang bahwa apa yang ia lakukan dihargai. Ini akan mendorongnya untuk melakukan pekerjaan itu lagi. Apalagi anak usia ini suka sekali mengatakan, "Ibu, aku pintar, kan? Aku bisa, kan?" Anda juga bisa memuji disertai ungkapan afeksi seperti pelukan, ciuman, usapan kepala, tepukan di bahu, dan sebagainya. Ungkapan afeksi ini merupakan pendorong yang paling penting bagi anak.

Lantas bagaimana dengan hadiah? Usahakan Anda hindari saja. Sesekali memang perlu. Tapi bila Anda mengumbar hadiah, anak akan terlalu biasa dan sangat menantikan. Akibatnya, satu ketika Anda bakal kebingungan sendiri. Karena bisa-bisa, anak mau melakukan suatu pekerjaan hanya karena ia ingin mendapatkan imbalan.

7.Beri kepercayaan
Percayalah, si kecil dapat berhasil melakukan segala sesuatu bila Anda memberinya kepercayaan penuh untuk melakukannya. Termasuk melarang anak kala ia hendak mencoba mengerjakan sesuatu tugas baru. Biarkan saja ia mencobanya. Bila Anda takut ia gagal, berilah beberapa petunjuk atau bimbingan yang menolong.

Jika Anda melihat ia pasti akan gagal tanpa bantuan Anda, segera beri pertolongan tapi bukan mengambil alih. Jadi, tetap anak yang berusaha menyelesaikan tugasnya sementara Anda hanya membimbingnya.

Terimakasih Telah Baca Postingan 7 Tips Bagaimana Cara Bahagia Melatih Dan Mendidik Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Serta Berani, Semoga Bisa Berguna Dan ber-manfaat, Baca Juga Postingan Terbaru Admin Yaitu Foto Goa Sengering, Jalan-Jalan Melihat Keindahan Panorama Hingga Ekowisata Kota Jambi Indonesia gratis mp3, unik, fakta biografi tato model artis Visite HTTP://WWW.WAHOK.COM
Loading...
Artikel Yang Di Bagikan Blog www.wahok.com Seperti Foto Wallpaper 3D Png, Jpeg, Audio MP3, Video Film MP4, Gambar Animasi Bergerak Gif, Simbol Logo, Terkadang Dilansir Dari Berbagai Sumber Media Lain, Hak Cipta Sepenuhnya Dipegang oleh Sumber tersebut. Jika ada Masalah Copyright Konten Postingan 7 Tips Bagaimana Cara Bahagia Melatih Dan Mendidik Anak Lebih Percaya Diri, Mandiri Serta Berani, Anda Dapat Menghubungi Kami DI HALAMAN INI
IKUTI KAMI UNTUK DAPATKAN ARTIKEL TERBARU, MAU ?


wahok.com is ranked 4.8 out of 5. Based on 10 user reviews.
Previous
« Prev Post
Copyright ©2016-2017 WAH OK
Theme by Damzaky
Powered by Kata.co.id