Remaja Hamil Dini, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?

Posting Oleh , Pada
Remaja Hamil, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?
wahok-Menyikapi Dan Cara Agar Anak Terhindar dari Kehamilan di Luar Nikah

Kehamilan pada pasangan muda tentunya merupakan sesuatu yang membahagiakan. Akan tetapi pada keadaan tertentu seperti kehamilan bukan merupakan pilihan yang terbaik, salah satu contohnya adalah kehamilan dini pada umur yang cukup remaja.

Seperti kita ketahui Remaja merupakan peralihan dari masa Kanak-Kanak (anak) kemasa dewasa dimana seseorang mengalami kematangan secara seksual dan reproduksi. Lebih dari 15 juta remaja wanita berusia 15-19 tahun melahirkan bayinya setiap tahun. Sedangkan angka kejadian kehamilan pada usia remaja diseluruh dunia berkisar antara 2-12%.

Masa remaja merupakan masa terjadinya berbagai perkembangan yaitu kematangan secara biologis, psikis dan sosial. World Health Organization (WHO) memberikan batasan remaja pada individu yang berumur 10-19 tahun. Remaja secara biologis sudah mempunyai kemampuan untuk bereproduksi akan tetapi secara medis belum siap untuk bereproduksi secara sehat.

Kebiasaan Reproduksi dan seksual remaja

Kebiasaan dan ciri-ciri remaja tidak sama diantara negara-negara. Ciri dan dan kebiasaan remaja di negara maju tentunya akan berbeda dengan negara yang terbelakang, atau kebiasaan remaja di kota besar berbeda dengan remaja di desa. Ada beberapa perbedaan yang penting yaitu mengenai : hubungan seksual dini, usia perkawinan (dini dan lanjut) dan campuran keduanya .

Secara garis besar tingkah laku seksual dan reproduksi remaja dapat dibagi menjadi kelompok besar: 
  1. Melakukan kegiatan seksual secara dini dan menikah diusia yang lebih tua. Hal dapat kita lihat pada negara-negara maju dan pada daerah perkotaan . Biasanya mereka melakukan kegiatan seksual tanpa memakai alat kontrasepsi pada usia muda, hal ini mengakibatkan tingginya angka kehamilan usia muda dan biasanya kehamilan ini tidak diinginkan sehingga angka aborsi meningkat. Kegiatan seksual tanpa memakai alat kontrasepsi inipun beresiko terhadap penyakit menular seksuaL, Pada kelompok ini juga mempunyai peluang yang besar terjadinya hubungan seksual diluar nikah.
  2. Menikah dan melahirkan diusia muda. Perkawinan terjadi pada saat akil baliq dan diikuti dengan kehamilan pada usia muda. Pada kelompok ini angka terjadinya abortus dan penyakit hubungan seksual rendah , akan tetapi angka kehamilan remaja meningkat.
  3. Kelompok peralihan. Pada kelompok ini ditemukan pada daerah urban atau daerah perkotaan yang mengalami transisi. Ciri pada kelompok ini tidak ada yang khas karena campuran keduanya.
Remaja Hamil, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?
Perkembangan gizi yang semakin baik pada generasi saat ini mengakibatkan secara perlahan semakin membuat perempuan lebih cepat matang, hal ini dapat dilihat secara statistik bahwa usia menars ( saat mulainya mendapat menstruasi untuk pertama kalinya) semakin muda. Akan tetapi perubahan nilai tradisional untuk cepat menikah mulai beralih untuk melanjutkan pendidikan dahulu atau untuk berkarier dahulu, keadaan inilah yang membuat peluang untuk berhubungan seksual diluar menikah semakin panjang, jika tidak memakai alat kontrasepsi angka kehamilan diluar pernikahan semakin tinggi dan pada akhirnya angka abortus juga meningkat. Pada kelompok masyarakat yang secara adat harus bahwa anak perempuan diharuskan menikah saat akil baliq , maka akan meningkatkan angka kehamilan remaja.

Baca Juga:
Remaja Hamil, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?

Kehamilan usia muda atau kehamilan remaja.

Seorang remaja putri yang normal tentunya secara biologik sudah dapat hamil dan melahirkan seorang anak. Akan tetapi saat remaja bukanlah waktu yang tepat untuk hamil dan melahirkan. Seorang wanita secara statistik dapat hamil dan melahirkan secara aman adalah pada usia 20-30 tahun dimana pada periode tersebut angka kematian ibu dan bayi adalah rendah.

Kematian ibu pada wanita hamil dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih besar dari pada kematian ibu yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Kematian ibu meningkat kembali pada usia 30-35 tahun. Setelah itu risiko ibu dan anak meningkat setiap tahun. Sedangkan dampak sosialnya, karena perkembangan jiwa yang belum stabil maka dapat mengakibatkan tekanan mental yang hebat, rasa malu, menarik diri dari keluarga serta lingkungannya.

Dari data statistik di Afrika dan Amerika latin dijumpai bahwa kehamilan usia remaja dibawah 20 tahun, sebanyak kurang lebih 20-60% merupakan " unwanted pregnancy". Di Chili 42% dari kehamilan usia remaja adalah kehamilan diluar nikah. Di Pakistan 34% dari kehamilan usia remaja dengan status marital merupakan "unwanted pregnancy". Kehamilan diluar nikah pada umumnya tidak direncanakan, hal ini dapat menjadikan seorang remaja yang hamil menjadi orang tua tunggal yang dapat pula memberi tampak terhadap kondisi kesehatan dan kerugian dibidang sosial serta keuangan.

Kehamilan remaja dapat dianggap sebagai suatu kehamilan pada usia dini, dimana usia ibu tersebut pada usia dibawah 20 tahun. Dampak medis yang dapat terjadi pada kehamilan usia dini antara lain yang penting untuk diketahui adalah ketidak seimbangan antara panggul ibu dan janinnya sehingga dapat mengakibatkan kemacetan persalinan, dapat pula terjadi preeklampsia-eklampsia yang ditandai dengan bengkak dikaki dengan disertai peningkatan tekanan darah bahkan sampai kejang-kejang ,jika sudah sampai taraf ini maka akan dapat mengakibatkan kematian pada ibu dan janinnya.

Kehamilan usia dini juga meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur, dapat juga meningkatkan terjadinya pertumbuhan janin terhambat, hal ini akan berdampak pada perkembangan bayi ini kelak. Bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah akan mempunyai risiko gangguan terhadap perkembangan fisik dan kepandaiannya, hal ini akan sangat tidak menguntungkan sebagai insan penerus bangsa. Perdarahan pada kehamilan dan persalinan usia dini juga meningkat. Hampir sebagian besar penyebab komplikasi pada kehamilan usia dini adalah gizi pada ibu remaja yang buruk, juga pada ibu remaja sering tidak melakukan kontrol kehamilan dengan baik.

Lihat Juga:
Menurut Sampoerno dan Azwar ,akibat perkawinan usia muda terhadap individu adalah akibat yang bersifat langsung, karena memang individu tesebut yang mengalami perkawinan dan kehamilan usia dini.

Beberapa yang patut dicatat adalah
  • Dapat menjadi penyebab terhambatnya perkembangan potensi pribadi.
  • Dapat menjadi penyebab terhambatnya kemungkinan melanjutkan pendidikan.
  • Dapat menjadi penyebab tidak sempurnanya fungsi sebagai ibu dan ataupun istri.
  • Dapat menimbulkan perasaan kurang aman, malu atau frustasi, karena bukan zamannya lagi kawin muda.
  • Dapat menjadi penyebab terganggunya status kesehatan dan atau bahkan dapat mendatangkan kematian ,karena perkawinan usia muda ini berhubungan erat dengan tingginya angka penyulit kehamilan, penyulit persalinan dan penyulit masa nifas disamping juga gangguan terhadap kesehatan janin, bayi atau anak yang dimiliki.
Penanggulangan masalah kehamilan remaja

Upaya penanggulanganan kehamilan remaja dapat dimulai dari masa anak-anak sampai menjelang akil balig . Secara garis besar upaya ini meliputi
  • Konseling, pada bagian ini sangat penting yaitu pemberian informasi yang akurat bagaimana para remaja dapat bereproduksi secara sehat, tidak menikah pada usia muda, menunda kehamilan sampai pada usia yang optimal, informasi mengenai alat kontrasepsi yang dapat digunakan, serta informasi yang akurat bila memang remaja itu hamil agar kehamilannya dapat dijaga sebaik mungkin serta informasi lainnya.
  • Pelayanan dan perawatan remaja yang hamil sampai melahirkan, pada tahap ini peranan tenaga kesehatan baik perawat, bidan maupun dokter serta sarana yang memadai akan sangat membantu,karena kehamilan remaja termasuk didalam kategori kehamilan dengan resiko tinggi yang harus diwaspadai.
Terimakasih Telah Baca Postingan Remaja Hamil Dini, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?, Kutipan Dr.J.M. Seno Adjie, SpOG Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Semoga Bisa Berguna Dan ber-manfaat, Baca Juga Postingan Terbaru Admin Yaitu Bahaya? Apakah Sel Sperma Mani Kurang Baik Itu Encer, Apa Yang Harus Dilakukan ? Flakka, VCS, Wow Top PS, VS, CS Cara Membuat Tato 3D Paling Bagus Keren Terbaru 2017 Selebritis Super Model
Artikel Yang Di Bagikan Blog www.wahok.com Seperti Foto Wallpaper 3D Png, Jpeg, Audio MP3, Video Film MP4, Gambar Animasi Bergerak Gif, Simbol Logo, Terkadang Dilansir Dari Berbagai Sumber Media Lain, Hak Cipta Sepenuhnya Dipegang oleh Sumber tersebut. Jika ada Masalah Copyright Konten Postingan Remaja Hamil Dini, Bagaimana Cara Menanggulangi Atau Pecahkan Masalah Tersebut?, Anda Dapat Menghubungi Kami DI HALAMAN INI
IKUTI KAMI UNTUK DAPATKAN ARTIKEL TERBARU, MAU ?


wahok.com is ranked 4.8 out of 5. Based on 10 user reviews.
Previous
« Prev Post
Copyright ©2016-2017 WAH OK
Theme by Damzaky
Powered by blogger