Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Yang Meninggal Dunia

Posting Oleh , Pada
Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Di Dunia Yang Meninggal
wahok-makalah, kepanjangan, ciri ciri Gejala, pengobatan, masa inkubasi hiv gambar virus hiv odha

Ada Banyak Jenis Penyakit Sangat Paling Mematikan di Dunia Tidak Mengenal Umur Seperti Sakit Jantung, Penyakit Serebrovaskular (Stroke), Kanker, Ebola, Infeksi, Tumor Otak saluran nafas bawah akut (ISPA) Serta HIV dan AIDS, Seperti Kita Ketahui Bahwa Sudah Banyak Biodata Profil Selebriti Dunia meninggal karena Penyakit ini, seperti Artis  Kondang Freddie Mercury Vokalis band rock Queen Tewas Karena Terjangkit Penyakit AIDS, Selain Dia Ada Jufa Nama Lainya Yaitu Gia Carangi Dia seorang Model fashion terkenal tahun 70-an dan 80-an, Anthony Perkins, Jerry Smith, Denholm Elliott, Perry Ellis Seorang seniman dan Perancang busana, Howard Ashman Penulis lirik dan dramawan, Kevin Peter Hall, Tony Richardson Sutradara peraih Academy Award dan mantan suami Vanessa Redgrave Selain itu ada juga pemain basket legendaris magic johnson, Arthur Ashe Pria berdarah Afrika-Amerika ini  pernah menjadi juara di Wimbledon, Kemudian Esteban De Jesus Mantan juara tinju.

Pengertian Definisi Human Immunodeficiency Virus Atau Sering Disingkat Arti Kata itu Menjadi HIV, Termasuk Dalam Kelompok Virus Retroviridae (Retrovirus), Dan Dikelompokkan Kedalam Subfamili Lentivirus. Manusia Yang Terinfeksi Dengan HIV Selanjutnya Bisa Mengembangkan Suatu Penyakit Klinis Kompleks Yang Dikenal Sebagai Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Yang Memakan Waktu Kurang Lebih 10 Tahun Untuk Berkembang.

Tiga Kelompok Ilmuwan Yang Dianggap Berjasa Dalam Menemukan Virus HIV Dan Mengasosiasikannya Dengan AIDS Adalah: Pertama Tahun 1983 Kelompok Luc Montagnier Di Pasteur Institute Di Paris, Perancis, Diikuti Oleh Kelompok Robert Gallo Di National Cancer Institute, AS, Dan Kemudian Kelompok Yang Diketuai Oleh Jay Levy Di University College San Francisco, AS.

LIHAT JUGA:
Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Di Dunia Yang Meninggal
Infeksi Virus-Virus Ini Dapat Menimbulkan Gejala Yang Serupa, Berupa Periode Tanpa Gejala Yang Panjang Sebelum Serangan Dari Penyakit Klinis, Infeksi Sel-Sel Darah Dan Sistem Saraf, Serta Berkurangnya Sistem Pertahanan Tubuh. Walaupun Vaksin Pencegah AIDS Ini Belum Ada, Para Peneliti Menyatakan Bahwa Sumber Dari Asal Usul Virus HIV Adalah Dari Simpanse Negara Afrika Tengah. Dipercaya Bahwa Virus Ini Disebarkan Dari Simpanse Yang Telah Mempunyai Kekebalan Terhadap Virus Tersebut Ke Manusia Yang Memburu Dan Memakan Hewan Ini.

AIDS Merupakan Penghancuran Sistem Daya Tahan Tubuh Akibat Dari Infeksi Yang Disebabkan Oleh HIV. Dengan Hilangnya Fungsi Daya Tahan Tubuh, Suatu Sindroma Klinis (Kumpulan Gejala Yang Menjadi Ciri Suatu Penyakit) Akan Muncul Setelah Beberapa Waktu Dan Berakhir Dengan Kematian Yang Disebabkan Oleh Infeksi Oportunis Atau Kanker. Pada Individu Yang Terinfeksi HIV, Terjadi Kehilangan Sel-Sel Imunitas (Disebut CD4 Limfosit T) Secara Perlahan-Lahan Yang Menyebabkan Penurunan Fungsi Imunitas Tubuh Sehingga Pasien Menjadi Rentan Terhadap Pneumonia (Khususnya Pneumonia Pneumositis Karinii), Infeksi Jamur, Dan Penyakit-Penyakit Umum Lainnya Yang Sesungguhnya Tidak Berbahaya Bagi Orang Yang Sehat.

Bagaimana Mekanisme Sesungguhnya HIV Dapat Menyebabkan Turunnya Sistem Kekebalan Tubuh Belum Sepenuhnya Dimengerti. Biasanya Virus Ini Memakan Waktu 6-10 Tahun Dari Awal Infeksi Hingga Menjadi AIDS. Pada Awal 1980-An Kematian Akibat Infeksi Ini -- Yang Awalnya Terjadi Pada Pasien Penerima Pencangkokan Organ Tubuh Yang Sedang Dalam Terapi Menggunakan Obat Penekanan Imunitas --Banyak Terjadi Pada Pria-Pria Homoseksual Yang Sehat.

BACA JUGA:
Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Di Dunia Yang Meninggal
Pada Tahun 1983, Luc Montagnier Dan Para Ilmuwan Di Pasteur Institute, Paris, Memisahkan Retrovirus Manusia Yang Baru Dari Jaringan Limfoid Seorang Pria Yang Beresiko Mengalami AIDS. Hampir Secara Bersamaan, Kelompok Robert Gallo Di National Cancer Institute (NCI) Dan Kelompok Pimpinan Jay Levy Di University College San Francisco Memisahkan Sebuah Retrovirus Dari Seorang Pasien AIDS Dan Orang-Orang Yang Telah Melakukan Kontak Seksual Dengan Penderita AIDS. Ketiga Kelompok Tersebut Telah Mengisolasikan Apa Yang Sekarang Dikenal Sebagai HIV, Agen Penyebab AIDS.

Korban HIV Dan AIDS
Sampai Akhir 1996, HIV Diperkirakan Telah Menulari Hampir 60 Juta Orang Di Seluruh Dunia Dengan Perkiraan Kasus AIDS Kumulatif Sebesar 8,4 Juta. Epidemiologi (Kasus Dan Penularan) AIDS Bisa Dikatakan Sebuah Evolusi. Pada Mulanya Di Amerika Serikat, Infeksi HIV Terpusat Pada Komunitas Homoseksual, Di Mana Penularan Secara Luas Terjadi Karena Hubungan Anal Tanpa Pelindung, Juga Pada Penderita Hemofili Serta Pada Orang-Orang Yang Menerima Berbagai "Produk" Darah. Infeksi HIV Semakin Menemukan Bentuknya Di Antara Para Pemakai Obat Suntik, Di Mana Di Antaranya Terdapat Para Pelacur Yang Kemudian Menyebarkannya Melalui Hubungan Heteroseksual Dengan Semua Golongan Masyarakat Dengan Praktik-Praktik Seks Berisiko Tinggi.

Lihat Lagi:
Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Di Dunia Yang Meninggal

Penemuan Dan Diagnosis
Dengan Diidentifikasikannya HIV Pada Tahun 1983 Maka Terbukalah Kesempatan Untuk Menyusun Sebuah Metode Penemuan Yang Spesifik. Pada Tahun 1984 Kelompok Gallo Di NCI Menyusun Sebuah Metode Untuk Memproduksi HIV Secara Terus-Menerus Sehingga Dapat Menyediakan Sebuah Sumber Virus Dalam Jumlah Yang Banyak Untuk Digunakan Dalam Tes Awal Diagnosa. Tes-Tes Ini Sekarang Telah Memiliki Spesifitas (Kespesifikan) Yang Tinggi. Yang Dimaksudkan Disini Adalah Proporsi Orang-Orang Bebas Penyakit Yang Bereaksi Negatif Terhadap Sebuah Tes; Semakin Tinggi Spesifitasnya, Semakin Sedikit Hasil Positif Yang Salah.

Kespesifikan Yang Tinggi Ini Berhasil Dicapai Melalui Penggunaan Teknologi DNA Rekombinan, Dan Tes-Tes Tersebut Mendeteksi Apakah Seseorang Memiliki Serum Antibodi Pelawan HIV, Sebuah Indikasi Yang Menunjukkan Bahwa Orang Tersebut Telah Terkena Virus HIV. Tes-Tes Serologi Terpisah Dilakukan Untuk Mendeteksi HIV-1 Dan HIV-2, Karena Ada Perbedaan-Perbedaan Besar Didalam Komponen-Komponen Protein Dari Dua Virus Yang Berhubungan Ini.

Dalam Periode Singkat (4-8 Minggu) Setelah Terkena HIV Orang Akan Tetap Negatif Dalam Tes-Tes Serologi Ini Karena Respon Imunisasi Tidak Memiliki Waktu Yang Cukup Untuk Membuat Antibodi Melawan HIV. Selama Periode Ini, Metode Lain Yang Mendeteksi Beberapa Komponen Dari Virus Itu Sendiri (Bukan Antibodi) Dapat Menentukan Apakah Seseorang Terinfeksi Oleh HIV.

Terinfeksi Oleh HIV Bukan Berarti Orang Tersebut Menderita AIDS, Walaupun "Menderita AIDS" Sering Disalah Artikan Sebagai "HIV-Positif". Seseorang Bisa Menjadi HIV-Positif Membutuhkan Waktu Yang Lama, Bahkan Lebih Dari 10 Tahun, Tanpa Mengalami Penyakit Dengan Gejala Klinis Yang Dapat Didiagnosis Sebagai AIDS.

Pada Individu Yang Mengindap HIV-Positif, Jumlah CD4 Harus Ada Dibawah 200 Sel Per Milimeter Kubik Darah, Atau Ada Pemunculan Klinis Dari Infeksi-Infeksi Oportunitis Yang Mengikuti AIDS Seperti Pneumonia Pneumositis Karinii, Kandidiasis Mulut, Tuberkulosis Paru-Paru, Atau Karsinoma Serviks.

Cara Penularan HIV Dan AIDS
HIV Ditularkan Baik Melalui Hubungan Homoseksual Maupun Heteroseksual Oleh Orang Yang Telah Terjangkiti Dan Cara Ini Adalah Cara Yang Paling Umum. Tinggal Pada Sekresi Seksual Baik Pria Maupun Wanita, HIV Memperoleh Akses Ke Dalam Aliran Darah Orang Sehat Dengan Menginfeksi Sel Pada Selaput Lendir Atau Melalui Luka Kecil Yang Terjadi Sebagai Akibat Persenggamaan. HIV Juga Ditularkan Oleh Jarum Atau Benda-Benda Tajam, Biasanya Dilakukan Oleh Pemakai Obat Suntik, Yang Mengakibatkan Penularan Langsung Kepada Orang Yang Sehat.

Penularan HIV Melalui Transfusi Obat Atau Darah Sekarang Sangat Jarang Terjadi (Kurang Dari 1 Per 100.000) Karena Pemeriksaan Yang Ekstensif Pada Persediaan Darah. HIV Juga Bisa Ditularkan Oleh Ibu Pengidap (Baik Sebelum Melahirkan, Selama Melahirkan, Atau Menyusui), Tetapi Hanya Sekitar 30% Bayi Yang Lahir Dari Ibu Pengidap HIV Yang Benar-Benar Tertular.

Meskipun Cara-Cara Di Atas Sudah Lama Diketahui, Masyarakat Tetap Saja Khawatir Adanya Penularan Dengan Cara-Cara Lain. Tidak Ada Bukti Bahwa HIV Bisa Ditularkan Melalui Udara Oleh Serangga Penggigit. Jika Kasusnya Seperti Ini, Pola Penularan HIV Akan Berbeda Sekali Dengan Yang Selama Ini Telah Diamati Dan Kasus-Kasus AIDS Akan Lebih Banyak Dilaporkan Oleh Orang-Orang Tanpa Mengetahui Apa Penyebab Infeksinya (Saat Ini Persentase Kasus Yang Dilaporkan Sangat Kecil).

Meskipun HIV Adalah Virus Yang Sangat Rawan Dan Tidak Bisa Hidup Dengan Baik Jika Dibiarkan Di Lingkungan Terbuka, Ketakutan Terhadap Terjadinya Penularan Melalui Kontak-Kontak Biasa Di Dalam Rumah, Sekolah, Tempat Kerja, Atau Ketika Menghidangkan Makanan, Juga Menghinggapi Masyarakat. Tidak Ada Bukti Yang Telah Terungkap Mengenai Penularan HIV Melalui Kontak-Kontak Biasa Tersebut, Atau Bahkan Ciuman Sekalipun. Akan Tetapi, Praktik-Praktik Yang Mendorong Timbulnya Kontak Darah, Seperti Berbagi Sikat Gigi, Pisau Cukur, Dan Hubungan Seksual Harus Dihindari.

Ketakutan Masyarakat Juga Muncul Terhadap Penularan HIV Oleh Pekerja-Pekerja Kesehatan, Karena Adanya Kasus Penularan Dari Seorang Dokter Gigi Kepada Pasiennya. Saat Ini Kasus Seperti Itu Sangat Jarang, Dan Secara Umum, Pekerja-Pekerja Kesehatan Yang Terjangkiti Tidak Akan Membahayakan Pasien Mereka. Juga Tidak Ada Bahaya Penularan HIV Melalui Donor Darah.

Infeksi Oportunistik
Kematian Karena AIDS Pada Umumnya Tidak Hanya Disebabkan Oleh Infeksi HIV Itu Sendiri, Tetapi Karena Apa Yang Disebut Infeksi Oportunistik. Infeksi Jenis Ini Terjadi Ketika Sistem Kekebalan Tidak Bisa Lagi Menyediakan Perlindungan Terhadap Berbagai Penular Yang Terdapat Di Lingkungan Sekitar. Adanya Salah Satu Dari Sekitar 20 Lebih Infeksi Oportunistik Yang Berlainan Sebagai Penyakit Penanda AIDS, Membantu Diagnosis Klinis Akan Adanya AIDS Pada Orang Yang Sedang Diserang Virus HIV.

Infeksi Oportunistik Yang Paling Sering Ditemui Pada Penderita AIDS Adalah Pneumonia Pneumositis Karinii Yang Disebabkan Oleh Jamur (Pneumositis Carinii ) Yang Terdapat Dalam Saluran Pernapasan Setiap Orang. Pneumonia Bakterial (Yang Disebabkan Oleh Beberapa Jenis Bakteri Termasuk Streptokokus Dan Hemofilus) Dan Tuberkulosis (TB, Infeksi Pernafasan Karena Bakteri Yang Disebabkan Oleh Mycobacterium Tuberculosis ) Juga Sering Diasosiasikan Sebagai Penyerta AIDS.

Dalam AIDS Taraf Lanjut, Infeksi Yang Disebarkan Oleh Mycobacterium Avium Bisa Menyebabkan Demam, Turunnya Berat Badan, Anemia, Dan Diare. Infeksi Bakteri Lainnya Di Sekitar Daerah Saluran Cerna (Dari Bakteri Salmonella, Campylobacter, Shigella, Atau Lainnya) Biasanya Menyebabkan Diare, Turunnya Berat Badan, Anoreksia (Hilangnya Nafsu Makan), Serta Demam.

Selain Pneumonia Pneumositis Karinii, Infeksi Jamur Lainnya (Mikosis), Juga Sering Ditemukan Pada Pasien AIDS. Kandidiasis Mulut, Atau Sariawan (Infeksi Pada Mulut Yang Disebabkan Oleh Jamur Kandida), Terlihat Pada Awal-Awal Tahap Gejala Pada Banyak Pasien. Kandidiasis Esofagus (Menyerang Tenggorokan) Adalah Penyakit Tanda Terserang AIDS Yang Lebih Serius Lagi. Mikosis Lainnya Termasuk Infeksi Dari Jenis Kriptokokus, Yaitu Penyebab Utama Radang Selaput Otak Hingga 13% Dari Penderita AIDS.

Histoplasmosis Yang Disebabkan Oleh Histoplasma Capsulatum, Menyerang Hingga 10% Pasien AIDS Yang Umumnya Menyebabkan Turunnya Berat Badan, Demam, Dan Komplikasi Pernafasan Atau Komplikasi Parah Pada Sistem Saraf Pusat, Termasuk Pikun (Dementia ), Jika Infeksi Ini Mencapai Otak. Penyakit Ini Paling Umum Terdapat Di Amerika Serikat Bagian Tengah-Selatan Dan Amerika Selatan, Tetapi Sangat Jarang Di Inggris Dan Eropa Daratan.

Infeksi Opportunistik Viral, Khususnya Famili Virus Herpes, Juga Umum Menyerang Pasien AIDS. Satu Anggota Famili Virus Herpes, Sitomegalovirus (CMV), Menyerang Retina Dan Bisa Menyebabkan Kebutaan. Virus Herpes Yang Lain, Epstein-Barr, Bisa Menyebabkan Tranformasi Sel-Sel Darah Kanker. Yang Juga Umum Adalah Infeksi Oleh Virus Simpleks Herpes Jenis 1 Dan 2 Yang Bisa Mengakibatkan Luka Pada Mulut, Kelamin, Dan Keliling Lubang Dubur.

Banyak Pasien AIDS Menderita Kanker, Yang Paling Umum Adalah Sarkoma Kaposi Dan Limfoma Sel B. Sarkoma Kaposi (Kanker Pembuluh Darah Yang Menyebabkan Luka Ungu Pada Kulit Yang Bisa Menyebar Ke Organ-Organ Dalam Dan Menyebabkan Kematian) Terjadi Dalam Jumlah Yang Besar Di Antara Para Pria Homoseksual Penderita HIV Positif, Namun Jarang Di Antara Penderita HIV Lainnya. Hal Ini, Dan Aspek Epidemiologi Sarkoma Kaposi Lainnya, Mengisyaratkan Bahwa Penularan Oleh Keturunan Penderita Kecil Kemungkinannya. Dalam Tahun-Tahun Belakangan Ini Sebuah Virus Yang Mirip Virus Herpes, Dikenal Sebagai Virus Yang Berhubungan Dengan Sarkoma Kaposi (Kaposi's Sarcoma Associated Virus ), Atau Virus Herpes Manusia 8, Telah Ditemukan Dalam Sejumlah Tes Serologi.

Pengobatan Terhadap HIV Dan AIDS
Meskipun Tidak Pernah Dianggap Sebagai Obat Infeksi HIV, Diharapkan Obat-Obatan Tersebut Akan Memiliki Dampak Yang Signifikan Terhadap Perkembangan AIDS. Pada Mulanya Obat Tersebut Diminum Sekali Setiap Hari Secara Berturut-Turut, Tetapi Khasiatnya Ternyata Mengecewakan Karena Penderita Tetap Saja Tidak Bisa Bertahan Hidup. Keberhasilan Yang Lebih Besar Bisa Dicapai Apabila Obat-Obatan Tersebut Dikombinasikan Pemakaiannya, Yang Secara Signifikan Bisa Menunda Penyebaran Infeksi Oportunistik Dan Memperpanjang Usia. Tetapi Sayangnya, Obat-Obatan Tersebut Mempunyai Efek Samping Yang Tinggi. Terapi Kombinasi Multi Obat Ini Sangat Mahal Sehingga Banyak Dikeluhkan, Bahkan Di Negara Maju Sekalipun, Seperti Di Inggris, Dan Tentu Saja Tidak Bisa Dijangkau Oleh Penduduk Di Negara-Negara Berkembang Yang Menjadi Tempat Berkembangnya Sebagian Besar Kasus HIV.

Resistensi Obat
Masalah Yang Muncul Dengan Adanya Obat Anti HIV Yang Diproduksi Saat Ini Adalah Munculnya Resistensi Virus. Proses Perkembangbiakan HIV Relatif Berubah-Ubah, Sehingga Mengakibatkan Lahirnya Varian-Varian Virus Mutan, Yang Beberapa Di Antaranya Kebal Terhadap Efek-Efek Anti HIV Tertentu. Artinya, Di Dalam Tubuh Para Pengidap, Bibit-Bibit Yang Resisten Terhadap Obat Ini Memiliki Keunggulan Hidup Yang Lebih Besar Dibandingkan Bibit-Bibit Yang Sensitif Terhadap Obat. Tingkat Perkembangbiakan Yang Tinggi Secara Konstan Memungkinkan Bibit-Bibit Kebal Ini Menjadi Dominan Dalam Waktu Beberapa Minggu Saja.

Para Ahli Klinis Sedang Mengembangkan Percobaan Penggunaan Optimum Dari Obat-Obatan Anti HIV. Dapat Dikatakan Secara Ekstrim, Khasiat Anti HIV Telah Bisa Dilihat Dari Penggunaan Dua Analog Nukleosida Dan Penghambat Enzim Protease Pada Terapi Campuran. Para Peneliti Percaya Bahwa Cara Perawatan Yang Dengan Cepat Menekan Perkembangbiakan Virus Hingga Titik Terendah Juga Akan Bisa Menekan Berkembangnya Mutan-Mutan Anti Obat HIV.

Obat - Obatan Anti HIV Lainnya
Obat-Obatan Anti HIV Lain Yang Saat Ini Sedang Dikembangkan Diantaranya Obat Penghambat Enzim Integrase HIV - Digunakan Untuk Memasukkan DNA Virus Ke Dalam DNA Sel Pengidap Setelah Transkripsi Terbalik Selesai Dilakukan - Dan Obat-Obat Yang Bisa Mengikat Baik Gp120 Atau Reseptor Selular, Tempat Gp120 Melekatkan Diri, Yang Kemudian Mempengaruhi Proses Fusi Virus Dan Infeksi Sel-Sel Manusia Yang Tidak Terlindung. Menghambat Proses Ini Tidak Akan Menimbulkan Resistensi Virus Itu Sendiri, Meskipun Toksisitas Menjadi Perhatian. Beberapa Obat Telah Menunjukkan Hasil Awal Yang Baik, Yang Paling Terkenal Adalah Hidroksiurea.

Pengobatan Untuk Pencegahan
Banyak Kemajuan Dalam Kualitas Maupun Kuantitas Hidup Para Penderita HIV Yang Disebabkan Oleh Penggunaan Obat-Obatan Yang Lebih Baik Untuk Mencegah Infeksi Oportunistik Yang Diasosiasikan Dengan AIDS. Penggunaan Antibiotik Profilaksis (Pencegahan) Telah Banyak Mengurangi Terjadinya Pneumonia Pneumositis Karinii Dan Toksoplasmaosis, Dan Para Ahli Klinis Juga Sudah Semakin Mahir Dalam Mencegah Dan Mengobati Infeksi Jamur. Akibatnya, Banyak Orang Yang Mengidap HIV Saat Ini Tidak Lagi Mengidap Penyakit Penanda AIDS Sampai Mereka Mencapai Tingkat Kerusakan Kekebalan Lebih Lanjut, Yaitu Ketika Mereka Menjadi Rawan Terhadap Infeksi Yang Masih Sulit Untuk Dicegah Atau Diobati, Seperti Sitomegalovirus (CMV) Dan Mikobakterium Avium Kompleks Intraseluler. Obat-Obatan Antiviral (Antivirus) Suntik Seperti Foscarnet, Ganciclovir, Dan Cidofovir Tersedia Untuk Mengobati Penyakit CMV, Dan Formula Tetes Ganciclovir Telah Diperkenalkan Untuk Terapi Perawatan, Dan Potensial Juga Untuk Pencegahan.

Kapan Pengobatan HIV Dan AIDS  Dimulai ?
Ada Banyak Pertentangan Diantara Ahli Klinis AIDS Tentang Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Terapi Anti HIV. Kemudian Disepakati Untuk Memulai Terapi Bagi Para Penderita CD4 Di Bawah 200 Atau Yang Mengalami Gejala-Gejala Yang Berhubungan Dengan HIV. Namun Sekarang Telah Ada Dasar Teoritis Yang Bagus Untuk Memulai Pengobatan Dini Pada Infeksi. Tingkat Perkembangbiakan HIV Yang Tinggi Terjadi Pada Tahun-Tahun Sebelum Gejala Infeksi Muncul, Dan Seiring Berjalannya Waktu, Infeksi HIV Bisa Menyebabkan Perubahan Abadi Pada Sistem Kekebalan Tubuh / Badan Jika Dibiarkan Begitu Saja. Tetapi, Studi Tentang Perbandingan Keefektifan Antara Terapi Yang Dilakukan Sejak Dini Dan Terapi Yang Terlambat Dilakukan Dengan Menggunakan Monoterapi Nukleosida Atau Obat Terapi Campuran, Menunjukkan Bahwa "Tidak Ada Keuntungan Pada Terapi Dini". Masih Perlu Dibuktikan Lagi Apakah Obat Paten Seperti Yang Mengandung Penghambat Enzim Protease Akan Terbukti Lebih Efektif Untuk Terapi Dini.

Para Aktivis AIDS Telah Mengkampanyekan Berbagai Akses Terapi Uji Coba Dini Bagi HIV Dan Infeksi Oportunistik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seperti "NAM Publications" Di Inggris Atau "AIDS Treatment News And Project" Di Amerika Serikat Menyediakan Informasi Yang Meluas Tentang Pengobatan Dan Percobaan Baru, Yang Bisa Membantu Orang Mengambil Keputusan Atas Pilihan-Pilihan Yang Ada Dengan Penuh Kesadaran.

Banyak Penderita Yang Ingin Berpartisipasi Dalam Percobaan Klinis Dengan Harapan Bahwa Percobaan Tersebut Akan Terbukti Efektif. Pabrik-Pabrik Obat Seringkali Memberikan Persetujuan Bagi Terapi-Terapi Yang Menjanjikan Melalui Skema Akses Yang Luas, Dan Di Inggris Disediakan "Named Patient Basis". Skema Seperti Itu Adalah Cara Yang Sangat Penting Bagi Akses Pengobatan Di Luar Amerika Serikat, Karena Persetujuan Obat-Obat Anti HIV Bisa Memakan Waktu Yang Sangat Lama.

Dasar Biologi HIV Kurang Begitu Banyak Diketahui. Maka Direkomendasikan Supaya Diadakan Perubahan Dalam Pendanaan AIDS, Tidak Harus Berarti Kenaikan, Untuk Memberikan Penekanan Lebih Besar Pada Penelitian Yang Pada Akhirnya Bisa Menghasilkan Obat-Obatan Yang Lebih Baik.
Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Yang Meninggal Dunia

Prilaku Seks Bebas
Cara Penularan HIV Yang Paling Umum Di Seluruh Dunia Melalui Hubungan Seksual, Melalui Mrs V Atau Dubur Tanpa Pelindung. Jarum Suntik, Resiko Ini Bisa Dikurangi Dengan Menghindari Senggama, Atau Menekan Penularannya Dengan Menggunakan Kondom, Karena HIV Tidak Bisa Menembus Lapisan Lateks (Karet) Yang Masih Utuh. Penularan HIV Melalui Seks Oral air liur Juga Mungkin Terjadi Tetapi Jarang, Dan Organisasi AIDS Di Sebagian Besar Negara Tidak Merekomendasikan Kondom Untuk Aktivitas Seperti Ini.

Banyak Kampanye Seks Aman Telah Dilakukan Untuk Menyadarkan Masyarakat Untuk Menghindari Seks Tanpa Pelindung. Tetapi, Penelitian Terhadap Kampanye Kesehatan Berulangkali Menunjukkan Bahwa Informasi Yang Sederhana Biasanya Kurang Cukup Untuk Mengubah Perilaku Masyarakat. Masih Diperlukan Faktor-Faktor Yang Lain, Misalnya Kampanye-Kampanye, Tampaknya Akan Lebih Berhasil Jika Mereka Menyampaikan Pilihan-Pilihan Yang Bisa Diterima Dan Dicapai, Dan Diikuti Pula Oleh Dukungan Dari Rekan-Rekan Sepergaulan (Peer Group ).

Kampanye Seks Sehat Yang Paling Berhasil Adalah Yang Pernah Dilakukan Oleh Komunitas Gay lesbian (LGBT) Perkotaan Di Tahun 1980-An, Di Mana Kemudian Terjadi Penurunan Senggama Anal Tanpa Pelindung, Yang Dianggap Sebagai Perubahan Perilaku Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Yang Paling Berhasil Yang Pernah Dicapai, Namun Sekarang Belum Berhasil Menekan Kaum Tersebut Jangan Sampai Seperti Kisah Nabi Luth Kaum Sodom Gay, Lesbian, Homoseksual Di Azab 

Penderita AIDS Di Negara Berkembang
Pada Skala Dunia, Wabah AIDS Meneruskan Penyebarannya Yang Menakutkan. Meskipun Afrika Memiliki 10% Dari Populasi Dunia, Namun Benua Ini Menderita Lebih Dari 60% Infeksi HIV Pada Orang Dewasa (Sementara Amerika Utara Dan Selatan Digabung Hanya Kurang Dari 15%). Lebih Dari 90% Infeksi HIV Di Afrika Diperkirakan Karena Penularan Heteroseksual. AIDS Di Afrika Bagian Barat Juga Disebabkan Oleh HIV-2, "Sepupu" Dekat Dari HIV-1 (Virus AIDS Utama Di Eropa, Amerika Serikat, Dan Afrika Tengah).

Wabah AIDS Juga Muncul Di Asia Dan Menurut Progam Gabungan PBB Yang Menangani AIDS Diperkirakan Terdapat 5,2 Juta Pengidap HIV. Jejak-Jejak HIV-1 Juga Telah Dikenali Di Berbagai Wilayah Lainnya Di Dunia. Meskipun Beberapa Jejak Tidak Bisa Dideteksi Dengan Menggunakan Metode Lacak-Darah Terbaru, Namun Terdapat Keyakinan Bahwa Resiko Penyebarannya Kecil Karena Isolasi Geografis Virus Bersangkutan. Bahkan Penyebaran HIV-2 Di Luar Afrika Juga Jarang.

Berikut ini 100 Daftar Negara Paling Banyak Penderita HIV AIDS Yang Meninggal
1.Nigeria
2.Afrika Selatan
3.India
4.Tanzania
5.Mozambik
6.Uganda
7.Kenya
8.Etiopia
9.Malawi
10.Zimbabwe
11.Kamerun
12.Republik Demokratik Kongo
13.Pantai Gading
14.Zambia
15.Indonesia
16.Cina
17.Thailand
18.Ukraina
19.Amerika Serikat
20.Lesotho
21.Chad
22.Sudan Selatan
23.Angola
24.Sudan
25.Vietnam
26.Ghana
27.Birma
28.Republik Afrika Tengah
29.Haiti
30.Togo
31.Kolumbia
32.Madagaskar
33.Botswana
34.Rwanda
35.Burkina Faso
36.Swaziland
37.Malaysia
38.Kongo
39.Guinea
40.Namibia
41.Mali
42.Burundi
43.Iran
44.Nepal
45.Peru
46.Venezuela
47.Argentina
48.Pakistan
49.Guatemala
50.Niger
51.Sierra Leone
52.Benin
53.Kamboja
54.Ekuador
55.Somalia
56.Uzbekistan
57.Gabon
58.Guinea-Bissau
59.Republik Dominika
60.Senegal
61.Liberia
62.Honduras
63.Perancis
64.Spanyol
65.Guinea ekuator
66.Jamaika
67.Moldova
68.Bolivia
69.Belarus
70.Eritrea
71.Maroko
72.Latvia
73.Italia
74.Kanada
75.Aljazair
76.Jerman
77.El Salvador
78.Papua Nugini
79.Rumania
80.Inggris
81.Djibouti
82.Mauritania
83.Yaman
84.Mauritius
85.Azerbaijan
86.Panama
87.Yunani
88.Gambia
89.Estonia
90.Jordan
91.Kazakhstan
92.Korea Selatan
93.Libanon
94.Portugal
95.Trinidad Tobago
96.Tajikistan
97.Laos
98.Bangladesh
99.Bermuda
100.Kirgistan

Vaksin HIV Dan AIDS
Tengah Dilakukan Usaha Pengembangan Vaksin Yang Efektif Bagi HIV Yang Bukan Hanya Bisa Mencegah (Mencegah Infeksi Jika Seorang Penderita Terdeteksi) Tetapi Juga Untuk Terapi (Memperlambat Kerusakan Kekebalan Tubuh Atau Memperpanjang Hidup Penderita).

Pencegahan HIV Dan AIDS
Banyak Orang Meyakini Bahwa Infeksi HIV Dan AIDS Bisa Dicegah, Karena Jalan Penularan HIV Sudah Diketahui Dengan Baik. Selain Itu Jelaslah Sudah Bahwa Vaksin Pelindung Yang Terpercaya Tidak Akan Tersedia Untuk Waktu Yang Lama. Dengan Tidak Tersedianya Vaksin Ini, Satu-Satunya Cara Untuk Mencegah Penyebaran Infeksi Adalah Dengan Menghindari Perilaku Pribadi Yang Bisa Membawa Resiko Penularan. Inilah Yang Menjadi Fokus Kampanye Pendidikan AIDS Di Seluruh Dunia.

BACA JUGA

Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Di Dunia Yang Meninggal
Simbol Grafis Vektor dan Bitmap Logo Pita Merah Adalah Simbol internasional Yg Melambangkan Perang terhadap Penyakit AIDS.

Kampanye Penyadaran AIDS
Usaha-Usaha Pencegahan Untuk Mempromosikan Kesadaran Seksual Melalui Diskusi Terbuka Dan Penggunaan Kondom Dengan Cara Penyebaran Di Sekolah-Sekolah Telah Mendapat Halangan Dari Beberapa Kelompok Masyarakat Dengan Dalih Usaha-Usaha Ini Mempromosikan Hubungan Seks Di Kalangan Anak Muda. Usaha-Usaha Pencegahan (Di Amerika Serikat) Termasuk Identifikasi Para Penderita HIV Dan Pemberitahuan Kepada Para Pasangan Seks Serta Pengetesan HIV Pada Waktu Pernikahan Atau Kehamilan Telah Dikritik Sebagai Pemerkosaan Hak-Hak Pribadi.

Dalam Hal Ini, Masalah Hak-Hak Pribadi Harus Dipikirkan Sebelum Memberitakan Hasilnya Secara Luas Untuk Menjaga Kesehatan Masyarakat Dan Mengontrol Penyebaran HIV, Makanya Pada Peringatan Hari AIDS Sedunia Di Indonesia Yang Jatuh pada tanggal 1 Desember Selalu Di Sekolah, Kantor, Perusahaan, Tempat Ibadah ( Islam,Kristen, Hindu, Budha ) Berikan Penyuluhan Tentang Bahaya Penyakit Tersebut

Demikianlah Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Yang Meninggal Dunia, Artikel ini Dikutip Dari Berbagai Sumber Situs Seperti wikipedia.org, avert.org, indexmundi.com dan worldatlas.com Semoga Bisa Berguna Dan ber-manfaat, Baca Juga Postingan Terbaru Admin Yaitu Bra Untuk Pakaian Gaun Malam Agar Terlihat Lebih Seksi Dan Hot, Pastinya Anda Akan Terlihat Rapi VCS, Wow Top PS, VS, CS Cara Membuat Tato 3D Paling Bagus Keren Terbaru 2017 Selebritis Super Model
Artikel Yang Di Bagikan Blog www.wahok.com Seperti Foto Wallpaper 3D Png, Jpeg, Audio MP3, Video Film MP4, Gambar Animasi Bergerak Gif, Simbol Logo, Terkadang Dilansir Dari Berbagai Sumber Media Lain, Hak Cipta Sepenuhnya Dipegang oleh Sumber tersebut. Jika ada Masalah Copyright Konten Postingan Artikel Penyakit HIV Dan AIDS, Indonesia Masuk Daftar Top 100 Penderita HIV AIDS Yang Meninggal Dunia, Anda Dapat Menghubungi Kami DI HALAMAN INI
IKUTI KAMI UNTUK DAPATKAN ARTIKEL TERBARU, MAU ?


wahok.com is ranked 4.8 out of 5. Based on 10 user reviews.
Previous
« Prev Post
Copyright ©2016-2017 WAH OK
Theme by Damzaky
Powered by blogger