Fakta Dokter Jika Pasien Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling

Posting Oleh , Pada
Beginilah Jika Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling
wahok.com-Fakta Dokter Jika Pasien Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling

Para dokter banyak yang menyatakan bahwa konflik antara hak untuk mati dari seorang pasien dan kewajiban seorang dokter untuk menyelamatkan nyawa seorang manusia menempatkan mereka dalam suatu ikatan etika yang sulit.

Selama bertahun-tahun, banyak dokter yang tidak mengindahkan keinginan para pasien karena khawatir akan dituntut atas dasar malpraktek, jika mereka tidak mencoba menyelamatkan nyawa seseorang.

Kita ambil sebuah contoh kasus yang dialami oleh Marshall Klavan, mantan dokter terkenal di Philadelphia. Sekarang ia berada dalam keadaan tak berdaya, duduk di atas sebuah kursi roda dalam sebuah rumah perawatan. Ia telah kehilangan kemampuan untuk berbicara, berkomunikasi ataupun membuat keputusan.

Sebelumnya, saat masih sehat, dia telah membuat sebuah surat wasiat hidup yang melarang para dokter untuk mempertahankan hidupnya.

Saat ini, pengacaranya sedang menuntut para rekan Klavan dengan mengatakan bahwa mereka harus dihukum karena menyelamatkan nyawa Klavan dan mereka dituntut untuk menanggung biaya perawatannya.

Klavan mengeluarkan surat wasiat hidupnya pada tahun 1993, dengan dihantui oleh ingatan akan kematian ayahnya setelah mengalami sebuah serangan stroke. Dalam wasiat tersebut, Klavan mengarahkan para dokter untuk menahan atau menarik perawatan yang hanya memperpanjang masa-masa sekarat yang dihadapinya, jika ia menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Ia menunjuk istrinya untuk bertindak sebagai pemegang surat kuasa, jika ia tidak lagi dapat berbicara untuk dirinya sendiri.

Yang membuat kasus ini menjadi kontroversial dan tidak jelas adalah cara Klavan menjadi sakit. Pada pagi hari tanggal 30 April 1997, Klavan, kepala bagian obstetri dan ginekologi serta anggota dewan direktur Crozer-Chester Medical Center di Upland, Pennsylvania, ditemukan tak sadarkan diri di dalam kantornya. Di sekelilingnya terdapat beberapa botol pil serta setidaknya empat catatan bunuh diri. Ia segera dilarikan ke ruang gawat darurat.

Disana para dokter memompa perutnya lalu merawatnya dengan obat-obatan dan memberikan alat bantu pernapasan.
Beginilah Jika Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling

Tidak ada yang memprotes upaya penyelamatan jiwa yang diberikan oleh para staff ruang gawat darurat kepada Klavan, termasuk pengacaranya. Perdebatan dimulai beberapa hari kemudian, setelah keluarga dan pengacara Klavan telah memberikan informasi kepada para pejabat rumah sakit mengenai surat wasiat hidupnya.

Pada 4 Mei - berdasarkan pada isi dakwaan - kondisi Klavan memburuk. Ia berada dalam kondisi yang disebut oleh para dokter sebagai "sebuah keadaan vegetatif yang memburuk", dan peluangnya untuk sembuh adalah antara sangat kecil hingga tidak ada sama sekali. Surat dakwaan pengadilan mengindikasikan bahwa pada saat itu, para dokter setuju untuk mengurangi tingkat perawatan dan menghargai permintaan Klavan. Namun pada saat kondisinya makin memburuk, para dokter malah berusaha menyelamatkan dan memberikan alat bantu pernafasan kepadanya – tanpa memberitahu istrinya.

"Beberapa hari kemudian, Klavan mengalami stroke masif, yang membuatnya 'terpenjara dalam tubuhnya sendiri', dan inilah yang selalu ia takuti," ujar Jerome Shestack, seorang pengacara dan kawan lama Klavan sekaligus pengacara hukum yang ditunjuk oleh pengadilan.
Beginilah Jika Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling

Kisah Seseorang dalam sebuah tragedi
Pada tahun 1999, Shestack, yang bertindak atas nama Klavan, menuntut enam dokter dan pihak rumah sakit. Tuntutan tersebut diajukan di pengadilan federal. Dia menuntut para dokter karena telah melanggar hak konstitusional Klavan (untuk menolak perawatan medis yang tidak diinginkan) dan meminta pihak rumah sakit untuk membayar tagihan sebesar 100.000 dolar per tahun.

Anda memiliki hak untuk menerima atau menolak perawatan medis – bahkan jika permintaan tersebut akan mengorbankan kesehatan atau membawa pada kematian," ucap pengacara James Lewis Griffith, yang mendaftarkan kasus tersebut bagi Klavan dan Shestack, pada The legal Intelligencer, sebuah publikasi Philadelphia, pada tahun 1999.

Agustus lalu, kasus federal tersebut ditolak oleh Hakim Wilayah AS, Stewart Dalzell. Dia memutuskan bahwa kasus tersebut seharusnya diperkarakan di pengadilan negara bagian. Walaupun mengambil keputusan tersebut, Dalzell jelas tersentuh oleh kasus ini. Ini merupakan tindakan yang menyedihkan; kisah sebuah tragedi, Ia menuliskan dalam pendapatnya.

Kasus tersebut bukan kasus pertama yang disidangkan untuk menuntut para dokter agar mempertanggungjawabkan 'ketidakpedulian' mereka pada surat wasiat hidup seorang pasien. Pada tahun 1996, sebagai contoh, para juri di Michigan memutuskan pembayaran ganti rugi sebesar 16,5 juta dolar atas kerusakan yang dialami seorang wanita. Dia menderita kerusakan otak yang tidak dapat disembuhkan, setelah para dokter menolak mengikuti petunjuk sebelumnya dari sang pasien.

Namun, bagi sebagian ahli, fakta bahwa Klavan telah mencoba melakukan bunuh diri menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi mentalnya, baik ketika ia menandatangani surat wasiat hidupnya ataupun saat ia mengulangi permintaannya untuk dibiarkan meninggal dunia di dalam salah satu surat bunuh dirinya.

Paul W. Armstrong, pengacara yang mewakili keluarga Karen Ann Quinlan dalam kasus bersejarah di tahun 1976, yang membantu terbangunnya hak untuk mati, percaya bahwa percobaan bunuh diri tersebut telah memperkeruh situasi dan akan memungkinkan pihak rumah sakit untuk lolos dari tuntutan. "Saya kira ini merupakan sebuah kasus yang kuat, karena ia menyatakan keinginannya dengan sangat jelas," Ujar Annas

Dalam serangkaian kasus pengadilan, para pasien yang berkompeten secara resmi, mereka telah memenangkan hak untuk menolak suatu perawatan medis sejak tahun 1970-an. Kini semua negara bagian terikat secara resmi terhadap petunjuk-petunjuk di muka, seperti surat wasiat hidup dan kuasa menyangkut perawatan kesehatan dari pengacara ataupun wali. Undang-undang federal yang dikeluarkan tahun 1990 juga membantu para pasien sadar akan hak mereka untuk membuat petunjuk-petunjuk di muka.

Bagaimana pun juga hal ini masih tetap terus menjadi dilema bagi para dokter untuk memilah antara sumpah dan etika kedokteran yang dipegangnya dan hak untuk mati dari pasiennya

Demikianlah postingan admin Tentang Menuntut Hak Untuk Mati, semoga berguna, baca juga post sebelumnya yaitu Bagaimana Cara Pemijatan Untuk Nyeri Pada Penyakit Kronis
Biografi Profil foto gambar meme viral fitsa hats habib novel hebohkan sosmed
Artikel Yang Di Bagikan Blog www.wahok.com Seperti Foto Wallpaper 3D Png, Jpeg, Audio MP3, Video Film MP4, Gambar Animasi Bergerak Gif, Simbol Logo, Terkadang Dilansir Dari Berbagai Sumber Media Lain, Hak Cipta Sepenuhnya Dipegang oleh Sumber tersebut. Jika ada Masalah Copyright Konten Postingan Fakta Dokter Jika Pasien Menuntut Hak Untuk Mati, Membuat Dokter Pusing 7 Keliling, Anda Dapat Menghubungi Kami DI HALAMAN INI
IKUTI KAMI UNTUK DAPATKAN ARTIKEL TERBARU, MAU ?


wahok.com is ranked 4.8 out of 5. Based on 10 user reviews.
Previous
« Prev Post
Copyright ©2016-2017 WAH OK
Theme by Damzaky
Powered by blogger